Kampung Ternak Juhut Laboratorium Lapang Badan Litbang
Pengembangan kampung ternakdomba terpadu di Kelurahan Juhut, Kab. Pandeglang secara intensif dilaksankan mulai tahun 2009 telah memperlihatkan hasil yang sangat memuaskan bagi masyarakat, baik dampak bagi lingkungan, pengetahuan, sikap dan keterampilan peternak hingga penambahan populasi domba. Badan Litbang Pertanian berencana untuk menjadikan kawasan ini sebagai laboratorium lapangan.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Dr. Haryono saat berkunjung ke Kelurahan Juhut, Banten, belum lama ini sangat berkesan dengan dampak yang sudah diraihnya.
Dihadapan Bupati Pandeglang Drs. H. Erwan Kurtubi, MM, Kepala SKPD, BI-Serang dan anggota Pokja Kampung Ternak Domba, Haryono menjelaskan bahwa Kampung Ternak Domba Terpadu Kelurahan Juhut akan dijadikan sebagai laboratorium lapang Badan Litbang. Alasannya adalah karena di kawasan ini telah terjadi sinergitas kelembagaan unit kerja, harmonisasi Hubungan Peneliti-Penyuluh-Peternak-Masyarakat, keterpaudan Program Menuju Kemandirian Pangan serta adanya Keterpaduan Teknis, sosial dan keagamaan.
Penggundulan Hutan
Populasi domba sebelum adanya bantuan sebanyak 275 ekor, kemudian ditambah dari bantuan instansi (204 ekor) sampai dengan Mei 2011 terjadi sekitar 1.500 ekor dengan berbagai jenis domba (komposit garut, komposit sumatera, St. Croix, Barbados Cros dan lokal garut). Pengembangan ternak domba dilakukan dengan sistem perguliran, yaitu peternak bertanggung jawab memelihara 1 ekor induk selama 3 tahun. dan mempunyai kewajiban mengembalikan 2 ekor dengan umur yang sama sewaktu induk diberikan.
Berita Koran "SINAR TANI" Edisi No. 3410 Tahun XLI






























![[img]](/images/stories/kub.jpg)
![[img]](/images/stories/jitv.jpg)






