• An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
 
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
 
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
   

Pengolahan kulit singkong sebagai bahan pakan ternak unggas

Dibaca: 2011 kali

Info Teknologi

Peningkatan industri peternakan mengakibatkan  peningkatan kebutuhan pakan, terutama pakan hasil  pertanian, seperti jagung dan kedelai. Seiring dengan peningkatan populasi manusia dan keterbatasan hasil pertanian, maka timbul permasalahan mengenai penggunaan hasil pertanian tersebut, menjadi pakan membutuhkan teknologi pengolahan. Teknologi pengolahan yang dilakukan sebaiknya membutuhkan biaya yang rendah. Telah dilakukan berbagai riset tentang hal ini, salah satunya ialah pengolahan kulit singkong. Singkong merupakan tanaman tropis yang termasuk dalam family Euphorbiaceae. Umbi singkong telah digunakan oleh masyarakat umum untuk produksi tepung tapioka dan sebagai subtitusi makanan pokok,karena kandungan karbohidratnya yang tinggi. Daun singkong dikonsumsi sebagai sayuran. Kulit singkong yang merupakan bagian kulit luar umbi singkong tidak digunakan pada waktu penggunaan umbi, akan menjadi kandidat yang sangat baik untuk bahan pakan. Di Indonesia, kulit singkong tersedia dalam jumlah yang sangat banyak. Dengan produksi singkong sebanyak 18,9 juta ton per tahun, limbah kulit dalam yang berwarna putih, dapat mencapai 1,5-2,8 juta ton sedangkan limbah kulit luar yang berwarna coklat mencapai 0,04-0,09 juta ton.  Kendala dalam pemanfaatan kulit singkong adalah rendahnya kadar protein, tingginya kadar serat kasar, dan tingginya kadar senyawa toksik sianogenik.   Fermentasi substrat padat menggunakan kapang dapat diaplikasikan untuk meningkatkan nilai nutrisi dan menghilangkan senyawa toksik kulit singkong. Pertumbuhan kapang pada proses fermentasi meningkatkan kadar protein bila ditambahkan nitrogen, sedangkan aktivitas degradasi serat dan glukosianida menurunkan kadar serat dan sianida. Proses fermentasi substrat padat yang telah dilaporkan dapat menggunakan hanya kulit singkong atau dicampurkan dengan gandum, sedangkan inokulum yang digunakan dapat berupa mikroba indigenousatau diinokulasi dengan Aspergillus nigeratau fungi lapuk putih Panus tigrinus. Seperti pada umbi dan ampas singkong, kulit singkong terfermentasi dapat digunakan hingga 10% sebagai bahan pakan unggas pengganti jagung.




Home | Hubungi Kami | Forum | Site Map | Tim Redakasi
(c) Copyright 2009 - 2014 Puslitbangnak
Jl. Raya Pajajaran Kav E59 Bogor 16151 Jawa Barat, Indonesia
Phone. +62 251 8322183, +62 251 8328383
e-Mail: medpub@litbang.deptan.go.id - puslitbangpeternakan@gmail.com

               





www.litbang.deptan.go.id