• An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
 
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
 
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
   

Srategi pengendalian diare bacterial pada anak sapi potong

Dibaca: 902 kali

Diare anak sapi merupakan gejala penyakit yang dapat mempengaruhi peningkatan kualitas dan kuantitas sapi. Penelitian strategi pengendalian diare bakterial pada anak sapi potong telah dilakukan di Bbalitvet dengan tujuan untuk mengetahui agen bakteri penyebab diare pada anak sapi potong, menurunkan kasus diare dan meningkatkan laju pertumbuhan berat badan anak sapi yang dilahirkan. Penelitian dimulai dengan identifikasi kasus diare dan isolasi agen bakteri penyebab diare di 12 kelompok ternak sapi potong. Aplikasi strategi pengendalian diare anak sapi potong secara terpadu telah dilakukan pada kelompok pembibitan sapi potong di lapang. Sebanyak 12 ekor sapi betina bunting umur kebuntingan 7 bulan keatas telah dipakai sebagai kelompok perlakuan yang divaksinasi dengan menggunakan vaksin inaktif Ecoli-Closvak polivalen dosis 3 ml dan booster diberikan 3 minggu sebelum partus. Makanan tambahan konsentrat diberikan selama 2 bulan sebelum partus, sanitasi kandang dan peralatan diterapkan dan anak sapi yang lahir diberi kolostrum. Pengamatan dilakukan selama 5 bulan, dimulai dari vaksinasi induk sampai anak umur 3 bulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Escherichia coli serotipe K99 dan Clostridium perfringens tipe A dan C telah teridentifikasi di 4 kelompok ternak sapi potong di 3 kabupaten (Garut, Tasikmalaya dan Ciamis), dan 2 kelompok ternak di 2 kabupaten (Tasikmalaya dan Ciamis) di Jawa Barat. Respon imun terhadap E. coli dan toksin C. perfringens dideteksi dengan ELISA memberikan hasil yang baik.

Aplikasi model pengendalian diare terpadu dapat menyelamatkan semua anak sapi perlakuan sejak lahir sampai umur 3 bulan dari kejadian diare dan kematian. Disamping itu laju pertumbuhan bobot badan anak sapi perlakuan dari umur 1 bulan sampai tiga bulan lebih cepat dan lebih tinggi dibandingkan dengan pedet lahir dari induk kontrol

Sumber: JITV Volume 17 Nomor 3 TAHUN 2012




Home | Hubungi Kami | Forum | Site Map | Tim Redakasi
(c) Copyright 2009 - 2014 Puslitbangnak
Jl. Raya Pajajaran Kav E59 Bogor 16151 Jawa Barat, Indonesia
Phone. +62 251 8322183, +62 251 8328383
e-Mail: medpub@litbang.deptan.go.id - puslitbangpeternakan@gmail.com

               





www.litbang.deptan.go.id