• An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
 
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
 
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
   

Jaminan Kesehatan Hari Tua

SIHARTA, menjamin kesehatan di hari tua, nama salah satu produk Asuransi Jiwasraya. Setiap keluarga perlu merencanakan persiapan: 1) Dana untuk hari tua, 2) Biaya pendidikan anak, dan 3) keperluan dana darurat serta 4) tabungan biaya kesehatan hari tua. Hal ini bisa dilakukan dengan mengikuti asuransi seperti yang dipaparkan tim dari asuransi Jiwasraya pada tanggal 17 Apri 2014 di aula kantor Puslitbang Peternakan Bogor.

Beberapa keunggulan SIHARTA antara lain: 1) Nilai tabungan pasti terjamin untuk hari tua, 2) Perlindungan ekonomi keluarga karena tertanggung meninggal dunia karena sakit atau kecelakaan, 3) Tersedia nilai tunai yang pasti dalam jangka waktu tertentu jika membutuhkan dana darurat, dan 4) Proteksi Uang Asuransi (UA) menarik setiap 5 tahun sebesar 100% dari Uang Asuransi awal tanpa dikenakan tambahan premi proteksi, serta 5) Proteksi cacat tetap total karena kecelakaan dibayarkan sebesar 100% uang asuransi. SIHARTA ini dapat diikuti dari mulai usia 20 tahun sampai dengan 56 tahun dengan nilai. (Rahmawati EP)

 

Usia Tua Tidak Bisa Dihindari

Usia tua tidak bisa dihindari, akan tetapi disfungsi organ bisa dihambat/dikurangi. Tubuh manusia mulai mengalami penurunan sejak usia 40 tahun, bahkan organ ginjal lebih cepat mengalami penurunan fungsi di usia 35 tahun. Demikian disampaikan dr. Ika Sjafitri dalam acara Sosialisasi Hasil pemeriksaan Medical chek up di Puslitbang Peternakan Bogor. Acara ini terselenggara atas kerjasama Puslitbang Peternakan dengan Laboratorium klinik Cito Bogor. Pemeriksaan kesehatan pegawai Puslitbang peternakan telah dilaksanakan pada 17 Maret 2014 ini merupakan acara rutin tahunan Puslitbang Peternakan dalam usaha meningkatkan kesehatan pegawai Puslitbangnak.

Cara hidup sehat bisa dicapai dengan:1) Meningkatkan ibadah kepada Allah, 2) Olah raga (0,5-1 jam per hari), 3) Pengaturan makan (mengurangi karbohidrat, perbanyak daging putih, mengurangi daging merah, hindari/kurangi daging beku, perbanyak buah, sayur dan kedelai serta 4) Tidur yang cukup (kualitas lebih utama daripada kuantitas).

Selain itu disampaikan juga mengatur makanan dengan cara Zimbabwe hand yaitu: nasi cukup1-2 kepalan tangan, protein hanya 1 lingkaran telapak tangan, lemak hanya 1 jari dan sayur, buah sebanyak 2 telapak tangan terbuka. (Rahmawati EP)

 

Semangat Corporate Manajemen

Semangat mengelola Unit Kerja (UK) dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) dengan semangat corporate manajemen. Demikian arahan Ka Badan Litbang Pertanian dalam acara Rapim tanggal 16 April 2014, yang disampaikan Kabag TU Puslitbangnak  (Ir. Anny Slamet) dalam upacara kesadaran nasional 17 April 2014. Upacara kali ini sekaligus memperingati hari kelahiran RA Kartini pejuang emansipasi wanita, ditandai dengan petugas upacara seluruhnya wanita.

Lima unsur yang harus dijadikan pedoman dalam bekerja yaitu: komitmen, keteladanan, profesionalisme, integritas dan disiplin. Diharapkan kepada seluruh karyawan Puslitbang Peternakan agar lebih meningkatkan lagi disiplin masuk dan pulang kerja sesuai dengan peratutan yang berlaku. (Rahmawati EP)

   

Position Paper Tentang Pedoman Pengembangan Sistem Integrasi Sawit-Sapi Ramah Lingkungan

Perkebunan kelapa sawit diposisikan sebagai salah satu areal pengembangan komoditas pertanian lain, diantaranya adalah sapi potong. Luasan perkebunan kelapa sawit berkembang dengan pesat sehingga menjadikan Indonesia sebagai negara dengan kebun kelapa sawit terluas di dunia dan menjadi negara produsen minyak sawit yang utama. Keberadaan sapi menjawab tantangan bagi perkebunan sawit guna menghadapi kekurangan tenaga kerja pengangkut tandan buah segar dan sarana produksi lainnya. Dengan bertambahnya luasan perkebunan kelapa sawit dan pabrik pengolahannya, maka meningkat pula limbah olahan kelapa sawit dan produk samping tanaman yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Beberapa upaya telah dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut, salah satunya dengan memanfaatkan ternak sapi yang mampu mengubah limbah menjadi komoditas bernilai ekonomis tinggi.

Disamping menghasilkan daging, sapi dapat dimanfaatkan sebagai alat angkut tanpa menggunakan bahan bakar minyak, penyedia pupuk organik yang ramah lingkungan, dan sumber energi alternatif dalam bentuk gas-bio. Oleh karena itu, pengembangan sapi dalam sistem integrasi di perkebunan kelapa sawit sangat diperlukan untuk meningkatkan efisiensi usaha, menciptakan lapangan kerja, meminimalkan investasi sarana transportasi, serta meningkatkan kesejahteraan pemanen, karyawan dan masyarakat di sekitarnya. Saat ini Indonesia masih harus mengimpor daging sapi sekitar 30 persen dalam bentuk daging, jeroan dan sapi bakalan. Produksi sapi potong di dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan nasional antara lain disebabkan karena kurangnya sumberdaya pakan yang berkelanjutan dalam meningkatkan populasi sapi di dalam negeri. Pemanfaatan produk samping industri kelapa sawit yang belum dimanfaatkan secara optimal, dapat menjadi sumber pakan sangat potensial dalam meningkatkan populasi sapi.

Sehubungan dengan hal tersebut, diperlukan acuan yang dapat menjamin kelestarian lingkungan, meningkatkan produktivitas kebun kelapa sawit dan menghasilkan sapi bakalan yang mempunyai daya saing tinggi dengan payung hukum yang kuat. Position Paper i ni diperuntukkan bagi pentingnya penerbitan Peraturan Menteri Pertanian tentang Pedoman Pengembangan Sistem Integrasi Sawit-Sapi Ramah Lingkungan, dan dapat digunakan dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang terintegrasi dengan usaha budidaya ternak sapi.

Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya disampaikan kepada semua pihak yang telah membantu hingga selesainya dokumen ini. Penghargaan yang setinggi-tingginya disampaikan kepada Prof (R) Dr. Tjeppy D. Soedjana, Prof (R) Dr. Kusuma Diwyanto, Prof (R) Dr. I-W Mathius dan Dr. Sabarman Damanik atas koreksi, saran dan masukannya yang sangat konstruktif dalam penyusunan dokumen ini. Position Paper  ini merupakan dokumen dinamis yang masih harus terus disempurnakan, dan semoga bermanfaat bagi berbagai pihak yang berkepentingan dalam mengimplementasikan sistem integrasi sawit-sapi ramah lngkungan.

Informasi selengkapnya: BOOKLET 2014

 

Australia Tertarik Bangun Peternakan di Aceh

Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam menjadi incaran para investor di sektor peternakan. Gubernur Aceh Zaini Abdullah menyatakan, Australia dalam waktu dekat ini akan membangun peternakan sapi di Aceh.

Zaini mengatakan, sapi yang dikembangkan di Aceh oleh investor Austalia, nantinya akan diekspor untuk memenuhi kebutuhan wilayah Timur Tengah.

"Baru-baru ini ada dari Australia yang ingin mengembangkan peternakan sapi yang nantinya ini akan diekspor ke Timur Tengah. Insyaallah dalam waktu tidak lama lagi ini akan terlaksana," kata, Zaini dalam diskusi Go West! Invest in Aceh, di Hotel Four Season, Jakarta, Selasa (15/4/2014).

Menurut Zaini, kini investor banyak yang menjalankan usaha di Aceh. Beberapa waktu lalu, Pemerintah Provinsi Aceh juga bertemu dengan Pemerintah Iran membicarakan investasi.

"Kami juga telah menerima kunjungan pemerintah Iran untuk penanaman modal di Aceh," tututrnya.

Menurut dia, kemudahan yang diberikan Pemerintah Aceh membuat investor tertarik untuk menanamkan investasinya di Aceh.

"Untuk para investor sama sekali tidak mengalami hambatan atau kendala untuk menanamkan investasinya," paparnya.

Namun, ia berpesan kepada para investor untuk mematuhi partiran hukum yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Aceh.

"Yang penting patuhi peraturan hukum yang berlaku, dan kami ingin menegaskan bahwa kami akan melindungi keamanan investor lokal maupun luar negeri untuk kepentingan Aceh," pungkasnya.

(Nurseffi Dwi Wahyuni)

Sumber: Liputan6.com

Liputan6.com,#sthash.ov8TLzSx.dpuf
Liputan6.com,#sthash.ov8TLzSx.dpuf

Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam menjadi incaran para investor di sektor peternakan. Gubernur Aceh Zaini Abdullah menyatakan, Australia dalam waktu dekat ini akan membangun peternakan sapi di Aceh.

Zaini mengatakan, sapi yang dikembangkan di Aceh oleh investor Austalia, nantinya akan diekspor untuk memenuhi kebutuhan wilayah Timur Tengah.

"Baru-baru ini ada dari Australia yang ingin mengembangkan peternakan sapi yang nantinya ini akan diekspor ke Timur Tengah. Insyaallah dalam waktu tidak lama lagi ini akan terlaksana," kata, Zaini dalam diskusi Go West! Invest in Aceh, di Hotel Four Season, Jakarta, Selasa (15/4/2014).

Menurut Zaini, kini investor banyak yang menjalankan usaha di Aceh. Beberapa waktu lalu, Pemerintah Provinsi Aceh juga bertemu dengan Pemerintah Iran membicarakan investasi.

"Kami juga telah menerima kunjungan pemerintah Iran untuk penanaman modal di Aceh," tututrnya.

Menurut dia, kemudahan yang diberikan Pemerintah Aceh membuat investor tertarik untuk menanamkan investasinya di Aceh.

"Untuk para investor sama sekali tidak mengalami hambatan atau kendala untuk menanamkan investasinya," paparnya.

Namun, ia berpesan kepada para investor untuk mematuhi partiran hukum yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Aceh.

"Yang penting patuhi peraturan hukum yang berlaku, dan kami ingin menegaskan bahwa kami akan melindungi keamanan investor lokal maupun luar negeri untuk kepentingan Aceh," pungkasnya.

(Nurseffi Dwi Wahyuni) - See more at: http://bisnis.liputan6.com/read/2037244/australia-tertarik-bangun-peternakan-di-aceh#sthash.ov8TLzSx.dpuf

Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam menjadi incaran para investor di sektor peternakan. Gubernur Aceh Zaini Abdullah menyatakan, Australia dalam waktu dekat ini akan membangun peternakan sapi di Aceh.

Zaini mengatakan, sapi yang dikembangkan di Aceh oleh investor Austalia, nantinya akan diekspor untuk memenuhi kebutuhan wilayah Timur Tengah.

"Baru-baru ini ada dari Australia yang ingin mengembangkan peternakan sapi yang nantinya ini akan diekspor ke Timur Tengah. Insyaallah dalam waktu tidak lama lagi ini akan terlaksana," kata, Zaini dalam diskusi Go West! Invest in Aceh, di Hotel Four Season, Jakarta, Selasa (15/4/2014).

Menurut Zaini, kini investor banyak yang menjalankan usaha di Aceh. Beberapa waktu lalu, Pemerintah Provinsi Aceh juga bertemu dengan Pemerintah Iran membicarakan investasi.

"Kami juga telah menerima kunjungan pemerintah Iran untuk penanaman modal di Aceh," tututrnya.

Menurut dia, kemudahan yang diberikan Pemerintah Aceh membuat investor tertarik untuk menanamkan investasinya di Aceh.

"Untuk para investor sama sekali tidak mengalami hambatan atau kendala untuk menanamkan investasinya," paparnya.

Namun, ia berpesan kepada para investor untuk mematuhi partiran hukum yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Aceh.

"Yang penting patuhi peraturan hukum yang berlaku, dan kami ingin menegaskan bahwa kami akan melindungi keamanan investor lokal maupun luar negeri untuk kepentingan Aceh," pungkasnya.

(Nurseffi Dwi Wahyuni) - See more at: http://bisnis.liputan6.com/read/2037244/australia-tertarik-bangun-peternakan-di-aceh#sthash.ov8TLzSx.dpuf
   

Halaman 1 dari 2




Home | Hubungi Kami | Forum | Site Map | Tim Redakasi
(c) Copyright 2009 - 2011 Puslitbangnak
Jl. Raya Pajajaran Kav E59 Bogor 16151 Jawa Barat, Indonesia
Phone. +62 251 8322183, +62 251 8328383
e-Mail: medpub@litbang.deptan.go.id - puslitbangpeternakan@gmail.com

               





www.litbang.deptan.go.id