• An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
 
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
 
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
   

Temu Teknis Fungsional Profesional Balitbangtan 2014

Temu teknis yang merupakan agenda rutin tahunan Badan Litbang Pertanian pada 8 - 9 September 2014 di Bogor merupakan forum pembinaan pengembangan karir dan peningkatan produktivitas pajabat fungsional non peneliti. Acara dibuka oleh Sekretaris Balitbangtan.

Tampil sebagai pemakalah utama Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementan dengan judul Karir PNS Dalam Jabatan Fungsional Non Peneliti Di Lingkungan Badan Litbang Pertanian, yang dilanjutkan dengan Pusbin Diklat BPPT dengan judul Pembinaan Jabatan fungsional teknisi litkayasa, dan Ketua Forum Komunikasi Profesor riset, menyampaikan paparan dengan judul Fungsional yang Profesional bahwa fungsional yang profesional harus: kompeten dalam bidang tertentu, siap melakukan kompetisi, mampu melakukan efisiensi waktu dan kerja, terampil dan berpengalaman, dapat membaca situasi dan keadaan serta dengan hasil kerja yang prima.

Selain makalah utama juga dipresentasikan 87 makalah dari berbagai jabatan fungsional non peneliti (arsiparis, teknisi litkayasa, pranata humas, teknisi komputer dll). Acara diikuti oleh sekitar 250 peserta.

Puslitbangnak berpartisipasi dengan mengikutsertakan pajabat fungsional non peneliti: Djadjat Supriatna dan Eti Sugiarti, Amd (Arsiparis), Pringgo Pandu Kusumo, A.Md (Pustakawan) dan Rahmawati Elvianora Pul (Pranata Humas). (REP/PPK)

 

Terbitan Wartazoa Volume 24 Nomor 1 Tahun 2014

Terbitan Wartazoa Volume 24 Nomor 1 Tahun 2014 lebih banyak menampilkan aspek veteriner yaitu mengenai mekanisme kerja dan efikasi trypanosidal untuk Surra; teknologi Reverse Transcriptase-Polymerase Chain Reaction dalam mengidentifikasi genom AI dan ND; pengendalian penyakit pada ternak menggunakan teknologi molekuler inaktivasi gen ASO, RNAi dan ss-siRNA dan uraian penyakit Peste des Petits Ruminant pada ruminansia yang perlu diwaspadai. Artikel lainnya mengenai penggunaan energi dari hasil samping pertanian.

Semoga artikel-artikel tersebut bermanfaat bagi kemajuan ilmu pengetahuan.

Selengkapnya ..

 

Open house dan Mini expo BBP Mektan Dalam Rangka Ulang Tahun Badan Litbang Pertanian Ke-40

Puslitbangnak berpartisipasi pada Open house dan Mini expo yang digelar di halaman kantor Balai Besar Pengembangan Mekaniasi Pertanian (BB Mektan), Serpong, tanggal 10-11 September 2014. Kali ini Puslitbangnak dengan menampilkan poster domba Komposit Garut dan ayam KUB, publikasi (JITV, Wartazoa, buku, prosiding dan leaflet), dan produk berupa (telur ayam KUB dan telur Itik), dengan Info guide Ruliansyah, ST; Engki Zelpina, SPt.; Rahmawati EP.

Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan International Forum on Agricultural and Bio-system Engineering (IFABE) dengan tema “Agricultural and Bio-system Engineering Development to Support Sustainable Food Security and Bio Energy” yang diselenggarakan oleh BB Mektan. Serangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi pameran dan demontrasi hasil inovasi teknologi alsintan dari Badan Litbang Pertanian serta industri lokal terkait dengan teknologi alsintan. (REP)

   

Teknologi Informasi dan Komunikasi Mendukung Pertanian Modern

 

Perkembangan  Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Badan Litbang Pertanian dapat mendorong diseminasi hasil penelitian pertanian yang dapat diakses dengan cepat, mudah dan murah oleh masyarakat.  Disamping itu TIK  sangat potensial untuk terus dikembangkan karena Indonesia merupakan negara kepulauan yang menyulitkan terjadinya diseminasi informasi sehingga disini dibutuhkan peranan TIK untuk menghilangkan penghalang geografis.

Dalam kondisi tersebut  Badan Litbang Pertanian terus meningkatkan kualitas layanan TIK  dengan telah dilakukan kegiatan   Apresiasi Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi  dengan Tema “Peran TIK dalam Mendukung Pertanian Modern”, Acara dibuka oleh  Ka.Badan Litbang Pertanian Bapak Dr. Haryono melalui teleconference. Dalam sambutannya menekankan 4 hal dalam melihat peran TIK untuk pembangunan pertanian yaitu mendukung: (1) Bio-science dan bio-engineering,  (2) Pertanian Modern yang dilandasi oleh pertanian yang maju dan didukung oleh integrasi teknologi mulai dari sisi hulu hingga hilir dengan memberikan quality product, efisien, ramah lingkungan dan bernilai tambah tinggi dengan berbagai turunannya serta berdaya saing tinggi, (3) Pertanian modern yang didukung oleh karakter perekayasaan teknologi pertanian yang memiliki karakteristik tersendiri serta bersifat lokal spesifik, dan (4) pengembangan pertanian dengan penguasaan IT.

Kegiatan apresiasi selama 4 hari mulai tanggal 10 sampai 13 September 2014 diisi dengan kegiatan presentasi makalah tentang Pengelolaan TIK, Strategi Website sebagai Media Diseminasi, Private Cloud Computing, E-Office, dll. Kegiatan ini diikuti oleh penanggung jawab dan pengelola TIK dari 66 satker lingkup Balitbangtan.

 

Kajian Antisipatif dan Strategi Pengendalian Penyakit IBR

Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan melalui Tim Kajian Antisipatif dan Responsif Kebijakan Peternakan dan Veteriner (KAR-KSPV) telah mengadakan roundtable meeting (RTM) bertemakan “Kajian Antisipatif dan Strategi Pengendalian Penyakit IBR”, utamanya di institusi penghasil bibit di Indonesia. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 10 September 2014 bertempat di Auditorium Lt. IV Badan Litbang Pertanian, Jakarta. RTM menghadirkan narasumber dari Komisi Ahli Kesehatan Hewan serta peneliti BBLitvet dan Puslitbangnak. Lebih dari 50 peserta hadir dalam acara ini, utama Kepala Balai/Balai Besar penghasil bibit ternak lingkup Dit. Perbibitan, Ditjen PKH dan Puslitbangnak. Diskusi ini akan memberikan opsi/alternatif kebijakan bagi institusi penghasil bibit dalam menangani kasus penyakit IBR yang terjadi di Indonesia dan bahan masukan bagi Komisi Ahli Kesehatan Hewan dalam membuat suatu kebijakan untuk pemasukkan hewan dari luar negeri baik yang terpapar maupun yang bebas IBR.

   

Halaman 1 dari 2




Home | Hubungi Kami | Forum | Site Map | Tim Redakasi
(c) Copyright 2009 - 2014 Puslitbangnak
Jl. Raya Pajajaran Kav E59 Bogor 16151 Jawa Barat, Indonesia
Phone. +62 251 8322183, +62 251 8328383
e-Mail: medpub@litbang.deptan.go.id - puslitbangpeternakan@gmail.com

               





www.litbang.deptan.go.id